Sealant merupakan material berbentuk pasta yang biasa digunakan untuk menutup celah atau sambungan. Itulah mengapa komponen tersebut sering disebut sebagai pengisi gap atau filler dan dibutuhkan dalam berbagai konstruksi.
Namun perlu diketahui bahwa ada banyak jenis filler yang bisa ditemukan di pasaran. Anda perlu memilihnya sesuai kebutuhan agar hasilnya sesuai harapan. Hal tersebut dapat dipelajari dalam ulasan ini.
Jenis-Jenis Sealant dalam Konstruksi
Secara garis besar, ada empat jenis filler yang sering digunakan di dunia konstruksi, yaitu:
Polyurethane
Filler yang sering disebut sebagai PU ini mempunyai daya tahan tinggi terhadap sinar ultraviolet sehingga bisa digunakan di luar ruangan. Menariknya, pengisi gap tersebut juga bisa diberi cat setelah mengering.
Selain itu, filler tersebut memiliki daya rekat kuat dengan elastisitas tinggi. Itulah mengapa material tersebut sering dipilih untuk mengisi retakan maupun celah yang mengalami pergerakan. Dengan demikian, struktur akan menjadi lebih kuat.
Silicone
Pengisi gap ini tergolong anorganik yang terbuat dari bahan seperti karet, yaitu silicone polymer. Bahan tersebut membuatnya cocok untuk merekatkan dua permukaan tanpa khawatir akan kebocoran, suhu dingin, dan sinar ultraviolet.
Ada dua jenis silicone filler yang bisa ditemukan di pasaran. Pertama adalah silicone netral dengan sifat elastis, daya rekat kuat, tak mempunyai bau, dan tanpa sifat korosif sehingga tidak membuat logam berkarat.
Jenis kedua adalah silicone acetic. Pengisi gap ini juga elastis dengan daya rekat sangat kuat. Menariknya, proses pengeringan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Namun perlu diketahui bahwa filler tersebut memiliki sifat korosif dan bau yang kuat.
Acrylic
Acrylic tidak bersifat elastis karena terbuat dari asam akrilat. Meski demikian, filler ini masih sering digunakan karena mempunyai daya tahan tinggi terhadap cuaca, korosi, dan sinar ultraviolet, serta bisa dicat setelah kering.
Di sisi lain, filler tersebut bisa merekat dengan sangat kuat ke hampir semua bahan bila memakai primer yang tepat. Meski terpapar kondisi lingkungan yang ekstrem, acrylic tetap tidak berubah warna atau mengalami keretakan.
Hybrid
Jika menginginkan filler yang ramah lingkungan, maka hybrid bisa dipertimbangkan. Jenis ini dibuat dengan memadukan keunggulan pengisi gap berbahan silicone dengan polyurethane.
Perpaduan ini membuatnya tidak mempunyai bau dan tahan terhadap sinar ultraviolet. Bahkan, pengisi tersebut mampu tahan terhadap suhu ekstrem tanpa khawatir cepat meleleh.
Meskipun tidak perlu dicat, warnanya tetap stabil. Jenis ini juga cepat kering serta menyerap dengan sempurna. Tidak hanya itu, filler hybrid mempunyai daya rekat yang sangat tinggi terhadap semua jenis permukaan.
Kegunaan Sealant Berdasarkan Area Aplikasi
Karakter berbeda membuat filler cocok diaplikasikan pada material yang berbeda pula. Berikut penjelasan singkatnya:
Polyurethane
Daya rekatnya yang cukup kuat membuatnya bisa merekat pada berbagai permukaan. Misalnya adalah beton, habel, aluminium, kayu, sampai beberapa jenis plastik. Sejumlah area dengan gesekan tinggi juga bisa dilindungi olehnya, seperti lantai.
Silicone
Bila ingin mengaplikasikan filler di luar ruangan, maka silicone dapat dipertimbangkan. Karena tidak menimbulkan karat, silicone berjenis netral bisa dipilih untuk material berbahan logam, seperti alumium. Jenis ini juga bisa digunakan untuk polikarbonat
Di sisi lain, silicone acetic bisa menimbulkan karat sehingga tidak cocok untuk material logam. Gunakan pengisi gap tersebut pada berbagai material yang lebih aman, seperti kusen pintu, kaca, dan atap.
Acrylic
Acrylic bisa digunakan untuk mengisi gap di area dalam maupun luar ruangan. Tidak hanya untuk mengisi celah, acrylic juga dapat dipertimbangkan saat Anda ingin menutup lubang kecil pada retakan dinding atau plafon interior.
Berbagai material konstruksi yang bisa diisi celahnya dengan bahan ini adalah beton, keramik, logam, serta kayu.
Hybrid
Dengan sifat-sifat unggulan, filler hybrid dapat merekat ke semua jenis material secara kuat. Bahkan, filler ini bisa dipilih untuk mengisi sambungan antar kaca dan keramik. Tak hanya itu, hybrid juga cocok untuk dipakai di area eksterior.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Sealant
Pemilihan pengisi gap tidak bisa dilakukan begitu saja. Anda perlu mempertimbangkan faktor-faktor tertentu, seperti:
Jenis Substrat
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jenis substrat itu sendiri. Pastikan filler yang dipilih sesuai dengan karakteristik substrat tersebut dan posisinya di suatu konstruksi.
Pergerakan Sambungan
Celah pada dinding cenderung mempunyai gerakan yang lebih statis daripada sambungan pada jembatan. Tentu filler dengan jenis berbeda dibutuhkan untuk mengantisipasinya.
Lingkungan
Gunakan pengisi gap yang tahan terhadap sinar ultraviolet serta tahan terhadap muai-susut pada material di luar ruangan. Bila area aplikasi memiliki kelembapan tinggi, filler dengan kandungan anti jamur layak untuk dipertimbangkan.
Kebutuhan Daya Rekat dan Elastisitas
Beberapa material membutuhkan daya rekat tinggi karena memiliki pori-pori yang besar. Misalnya adalah beton. Di samping itu, elastisitas lebih dibutuhkan pada konstruksi dengan pergerakan tinggi. Keduanya perlu diperhatikan saat memilih filler.
Memperhatikan Kualitas Pengisi Gap
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat ingin menggunakan filler pada konstruksi, mulai dari karakter, area aplikasi, hingga faktor-faktor lainnya. Dengan demikian, hasil menjadi lebih maksimal tanpa perlu perbaikan berulang.
Selain itu, kualitas pengisi gap itu sendiri juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini Sikaflex®-11 FC+ bisa dipertimbangkan karena bisa melekat dengan baik pada substrat tertentu tanpa surface pre-treatment. Kapabilitas pergerakannya pun mencapai sekitar 35%
Emisinya sangat rendah. Meski demikian, daya tahan terhadap cuaca dan beban mekanis cukup baik. Selain menjadi filler, material bertanda CE ini juga dapat dipakai untuk merekatkan berbagai material konstruksi ringan.
Kualitas Sika patut diacungi jempol karena sudah berpengalaman dalam menangani aneka proyek selama 115 tahun, seperti Powerhouse Kjorbo di Norwegia. Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk aneka kebutuhan.
Pemilihan sealant patut diperhatikan dengan seksama untuk meminimalkan risiko di kemudian hari. Jika masih memiliki pertanyaan, hubungi tim profesional Sika untuk mendapatkan rekomendasi.
Topics #Jenis Sealant #Konstruksi
